Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi

Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi - Halo Bro Blog Panduan Startup, Pada Postingan yang anda baca kali ini dengan judul Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan sebaik mungkin untuk anda baca dan ambil ilmu di dalamnya. Semoga isi Artikel Artikel Biologi, Artikel IPA, yang saya buat ini bisa anda pahami. Okelah, selamat membaca.

Judul : Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi
link : Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi

Baca juga


Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi

https://wkyes.blogspot.com/2017/09/klasifikasi-makhluk-hidup-di-bumi.html

Makhluk hidup di bumi atau alam semesta ini bermacam-macam dan Sangat Beragam, kucing ada ragamnya contoh seperti kucing kampung/biasa, kucing anggora atau kucing persia dan masih banyak lagi, atau sayur-sayuran juga sangat banyak ragamnya. Agar memudahkan kita dalam mempelajari atau membedakan antar semua makhluk hidup itu maka kita harus melakukan suatu klasifikasi makhluk hidup.


Pengertian/definisi Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup yaitu mengelompokkan makhluk hidup menjadi beberapa golongan atau beberapa unit tertentu berdasarkan  perbedaan dan persamaan cirinya.

Tujuan klasifikasi makhluk hidup

Tujuan klasifikasi makhluk hidup ialah agar mempermudah kita dalam mempelajari, mengenal, dan mengetahui hubungan antar makhluk hidup.

Proses klasifikasi makhluk hidup dimulai dengan mengelompokkan beberapa individu yang memiliki persamaan ciri ke dalam satu kelompok. Kelompok-kelompok yang terbentuk dari hasil pengklasifikasian makhluk hidup tersebut disebut takson. Takson pada tingkat yang lebih rendah memiliki persamaan sifat dan ciri yang lebih banyak, sedangkan takson pada tingkat yang lebih tinggi memiliki persamaan sifat dan ciri yang lebih sedikit. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup ialah taksonomi.

Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi yang sudah kita kenal sekarang adalah perkembangan klasifikasi makhluk hidup yang berkelanjutan. Perkembangan tersebut diantaranya sebagai berikut.
  1. Klasifikasi 2 (dua) kingdom
  2. Klasifikasi 3 (tiga) kingdom
  3. Klasifikasi 4 (empat) kingdom
  4. Klasifikasi 5 (lima) kingdom
  5. Klasifikasi 6 (enam) kingdom
Ke-lima klasifikasi yang telah disebutkan di atas adalah buatan manusia, jadi sistem klasifikasi yang baik tergantung pada kebutuhan dan kesepakatan bersama, karena sistem-sistem klasifikasi memiliki dasar tersendiri.

1. Sistem Klasifikasi 2 (Dua) Kingdom

Di dalam sistem klasifikasi 2 (dua) kingdom, organisme dipisahkan menjadi 2 (dua) dunia besar, yaitu Kingdom Plantae (dunia tumbuhan) dan Kingdom Animalia (dunia hewan).

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Dunia tumbuhan yaitu mencakup makhluk hidup yang hanya memiliki dinding sel dari bahan selulosa dan berklorofil sehingga mempunyai kemampuan untuk berfotosintesis. Tumbuhan paku, ganggang, tumbuhan lumut dan tumbuhan biji adalah termasuk kerajaan tumbuhan. Di dalam sistem klasifikasi 2 (dua) kingdom, jamur dan bakteri dikategorikan ke dalam kelompok ini walaupun tidak memiliki klorofil.

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Ciri-ciri dalam dunia hewan adalah tidak berdinding sel, tidak berklorofil, dan dapat bergerak bebas. Misalnya adalah Protozoa (hewan bersel satu), Porifera (hewan berpori), Vermes (cacing), Coelenterata (hewan berongga), Arthropoda (hewan berbuku-buku), Mollusca (hewan lunak), Echinodermata (hewan berkulit duri), dan Chordata (hewan bertulang belakang).

2. Sistem Klasifikasi 3 (Tiga) Kingdom

Klasifikasi 3 (tiga) kingdom memisahkan jamur yang pada klasifikasi 2 (dua) kingdom termasuk dunia tumbuhan. Jamur juga dibedakan karena dinding sel jamur bukanlah tersusun dari bahan selulosa seperti dinding sel tumbuhan, Tetapi dari bahan kitin. Perbedaan lainnya adalah jamur tidak dapat membuat makanan sendiri (Hererotrof) seperti halnya tumbuhan.

Kingdom Fungi (Dunia Jamur)

Dunia jamur (Kingdom Fungi) Klasifikasi Makhluk Hidup yaitu meliputi seluruh organisme yang mendapatkan makanan secara heterotrof yaitu dengan cara menyerap makanan (Absorpsi). Jamur akan mendapatkan makanan dari makhluk hidup yang lainnya (Parasit) ataupun dengan cara menyerap dari makhluk hidup yang sudah mati (Saprofit).

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Dunia tumbuhan (Kingdom Plantae) adalah meliputi semua organisme yang bisa membuat makanannya sendiri (Autotrof) dengan cara fotosintesis.

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Dunia hewan yaitu mencakup seluruh organisme yang mendapatkan makanannya secara heterotrof atau dengan cara memakan organisme yang lain.

3. Sistem Klasifikasi 4 (Empat) Kingdom

Sistem klasifikasi 4 (empat) kingdom berkembang setelah ditemukannya inti sel (Nurkleus). Ada organisme yang inti selnya tidak mempunyai selaput,dan ada juga organisme yang inti selnya diselubungi oleh selaput.

Kingdom Monera

Seluruh anggota kingdom Monera tidak memiliki selaput inti, sehingga disebut dengan organisme prokariotik. Contoh dari kingdom Monera yaitu ganggang biru-hijau dan bakteri.

Kingdom Fungi

Seluruh jenis jamur dikategorikan ke dalam kingdom fungi

Kingdom Plantae

Seluruh ganggang (Kecuali ganggang biru-hijau), tumbuhan paku, tumbuhan lumut, dan tumbuhan biji dikategorikan ke dalam kingdom ini (kingdom plantae).

Kingdom Animalia

Seluruh hewan mulai dari  Chordata sampai Protozoa adalah termasuk dalam kingdom animalia.

4. Sistem Klasifikasi 5 (Lima) Kingdom

Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan & teknologi membuat Whittaker (1969) mengusulkan klasifikasi makhluk hidup menjadi 5 (lima) kingdom, yaitu Monera, Plantae, Protista, Fungi, dan Animalia. Pada sistem klasifikasi 5 (lima) kingdom, ganggang yang sebelumnya digolongkan pada kingdom Protozoa dan Plantae yang semula digolongkan di dalam kingdom Animalia dan selanjutnya dikelompokkan menjadi 1 (satu) kingdom, yaitu Kingdom Protista.

Kingdom Monera

Kingdom ini terdiri dari  ganggang biru-hijau dan bakteri. Dilihat dari mikroskop akan terlihat bakteri yang tampak memiliki ukuran serta bentuk yang sama. Tetapi, dari bukti biologi molekular kita jumpai adanya perbedaan pada ARN ribosom. Sehingga para ahli mikrobiologi membedakan bakteri menjadi  archaebacteria dan eubacteria.

Eubacteria adalah kelompok bakteri yang menghasilkan gas metan dari sumber karbon yang sederhana dan hidup di lingkungan biasa

Archaebacteria ialah kelompok bakteri yang dapat hidup di lingkungan ekstrim, misalnya pada sumber air panas, di dalam laut dengan kadar garam tinggi, atau di tempat yang asam.

Kingdom Protista

Kingdom ini terdiri dari organisme yang memiliki selaput inti dan bersel tunggal. Protista dapat ditemui di mana saja, baik di air tawar, air laut, daerah lembab, atau pun hidup bersimbiosis dengan organisme lain. Protista dikelompokkan menjadi tiga, yaitu protista menyerupai hewan (Protozoa), protista menyerupai tumbuhan (Ganggang), dan protista menyerupai jamur. Hampir semua protista hidup di air karena mereka tidak memiliki pelindung yang dapat menjaga tubuhnya dari kekeringan.

Kingdom Fungi

Kingdom ini umumnya bersel banyak, punya membran inti, dan memiliki peran sebagai dekomposer pada lingkungan. Jamur mendapatkan makanan dengan cara saprofit atau parasit.

Kingdom Plantae

Plantae atau tumbuhan ialah organisme yang mempunyai membran inti (Eukariotik) yang dapat membuat makanannya sendiri dan bersel banyak. Pada umumnya plantae hidup di darat. Perkembangbiakannya bisa secara kawin dan tidak kawin.

Kingdom Animalia

Animalia atau hewan adalah organisme yang memakan makhluk hidup lain untuk kebutuhan makanannya. Sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel. Hewan ada yang tinggal di laut, di air tawar, dan juga di darat.

5. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom

Keempat sistem klasifikasi yang sudah disebutkan sebelumnya tadi belum memsukkan virus dalam klasifikasinya. Virus memang berbeda dengan organisme lain. Tubuh virus tersusun atas asam nuklea yang diselubungi oleh protein. Di luar sel hidup, virus merupakan benda mati. Virus hanya dapat hidup dan memperbanyak diri dalam sel hidup inangnya. Jadi sistem klasifikasi enam kingdom merupakan sistem klasifikasi lima kingdom dengan penambahan kingdom Virus.

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi dilakukan untuk mempermudah dalam mempelajari makhluk hidup. Klasifikasi disusun dalam bentuk bertingkat berdasarkan banyak sedikitnya persamaan dan perbedaan yang ada pada makhluk hidup. Tingkatan tersebut disebut sebagai takson.

Tingkatan terkecil dari klasifikasi makhluk hidup adalah species dan yang terbesar adalah kingdom. Species yang berkerabat dekat ditempatkan dalam satu tingkatan yaitu genus. Beberapa genus dimasukkan ke dalam satu famili. Beberapa famili dimasukkan ke dalam satu ordo. Beberapa ordo dimasukkan ke dalam satu kelas. Beberapa kelas dimasukkan ke dalam satu divisio untuk kelompok tumbuhan atau ke dalam satu filum untuk kelompok hewan. Beberapa divisio atau filum dimasukkan ke dalam satu kingdom.

Tabel urutan Takson dari yang tertinggi hingga terendah

Bahasa Latin Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Regnum Kingdom Kerajaan
Diviso/Phylum Division/Phylum Divisi/Filum
Classis Class Kelas
Ordo Order Bangsa
Familia Family Suku
Genus Genus Marga
Species Species Jenis

1. Kingdom

Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi. Semula makhluk hidup di dunia ini hanya dikelompokkan menjadi dua kingdom, yaitu plantae dan animalia. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan saat ini makhluk hidup dikelompokkan menjadi enam kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia, dan Virus.

2. Divisi atau Filum

Setiap kingdom dapat dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Kelompok ini pada tumbuhan disebut dengan Divisi, sedangkan pada hewan disebut Filum.

Divisi Kingdom plantae

Thallophyta
Bryophyta
Pteridophyta
Spermatophyta

Filum Kingdom Animalia

Hewan berpori (Porifera)
Hewan berongga (Coelenterata)
Cacing pipih (Platyhelminthes)
Cacing gilig (Nemathelminthes)
Cacing gelang (Annelida)
Hewan Lunak (Moluska)
Hewan berbuku-buku (Arthropoda)
Hewan berkulit duri (Echinodermata)
Hewan bertulang belakang (Chordata)

3. Kelas

Setiap divisi atau filum dapat dipecah lagi menjadi kelompok yang lebih kecil yang dikenal kelas. Dasar pengelompokannya menggunakan sifat atau ciri yang masih umum. Misalnya, divisi spermatophyta dibedakan lagi menjadi beberapa kelas berdasarkan keping bijinya, menjadi kelas monokotil dan kelas dikotil.

4. Ordo

Setiap kelas dapat dipecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil yang disebut ordo. Dasar pengelompokannya adalah sifat atau ciri khusus dari ciri yang digunakan sebagai dasar pengelompokan tingkat kelas. Misalnya, kelas monokotil dapat dibedakan menjadi beberapa ordo, di antaranya :

Rumput-rumputan (Poales)
Rumput teki (Cyperates)
Jahe-jahean (Zingiberales)
Bakung-bakungan (Liliales)
Pandan-pandanan (Pandanales)

5. Famili

Berdasarkan sifan dan ciri yang lebih khusus, setiap ordo dapat dibedakan lagi menjadi beberapa famili. Misalnya, ordo liliales dapat dibedakan menjadi famili lili-lilian (Liliaceae), dan amarilis (Amaryllidaceae).

6. Genus

Setiap famili dapat dibedakan lagi menjadi kelompok yang lebih kecil yaitu dikenal dengan Genus. Anggota-anggota genus mempunyai persamaan ciri yang lebih banyak bila dibandingkan tingkatan takson di atasnya. Misalnya, famili liliceae terbagi menjadi, genus lili (Lilium), lidah buaya (Aloe), dan bawang-bawangan (Allium).

7. Species

Spesies merupakan tingkatan takson terendah dalam klasifikasi. Setiap genus dapat memiliki beberapa species. Misalnya, genus allium mempunyai dua spesies, yaitu Allium cepa (Bawang merah) dan Allium sativum (Bawang putih).

Untuk memperjelas klasifikasi dari kingdom hingga spesies, coba perhatikan bagan klasifikasi dari spesies Allium Sativum (Bawang putih) dan Allium Cepa (Bawang merah) berikut ini.



https://wkyes.blogspot.com/2017/09/klasifikasi-makhluk-hidup-di-bumi.html

Pada klasifikasi yang sangat khusus, selain tujuh tingkatan takson yang sudah disebutkan masih ada pengelopokan lebih lanjut, yaitu dengan menambahkan awalan super-, sub-, atau infra-. Perhatikan klasifikasi berikut ini.
  1. Regnum : Plantae
  2. Divisio : Spermatophyta
  3. Subdivisio : Gymnospermae
  4. Classis : Dicotyledoneae
  5. Subclassis : Dialypetalae
  6. Ordo : Aristolochiales
  7. Familia : Rafflesiaceae
  8. Genus : Rafflesia
  9. Species : Rafflesia Arnoldi
Kunci determinasi adalah kunci untuk mengelompokkan makhluk hidup ke dalam kelompok tertentu. Dalam kunci tersebut terdapat sejumlah deskripsi/keterangan mengenai ciri-ciri bagian tubuh makhluk hidup. Kunci determinasi yang biasa digunakan adalah kunci dikotomi yang berisi sejumlah keterangan yang disusun secara berpasangan. Pada setiap pasangan keterangan, organisme dipisahkan menjadi dua kelompok dengan ciri-ciri yang berlawanan atau berbeda.

Demikianlah artikel mengenai klasifikasi makhluk hidup. Semoga dapat bermanfaat, bila ada kesalahan penulisan atau penjabaran mohon maaf. Terima kasih telah berkunjung.

Referensi : Seri IPA Biologi SMP Kelas VII, Yudhistira Ghalia Indonesia


Demikianlah Artikel Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi

Sekianlah postingan Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel Klasifikasi Makhluk Hidup Di Bumi dengan alamat link https://blog.panduanstartup.com/2017/09/klasifikasi-makhluk-hidup-di-bumi.html

0 comments:

Post a Comment