Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila

Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila - Halo Bro Blog Panduan Startup, Pada Postingan yang anda baca kali ini dengan judul Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila, Saya telah mempersiapkan artikel ini dengan sebaik mungkin untuk anda baca dan ambil ilmu di dalamnya. Semoga isi Artikel Artikel Filsafat Pancasila, yang saya buat ini bisa anda pahami. Okelah, selamat membaca.

Judul : Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila
link : Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila

Baca juga


Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya juga merupakan suatu sistem pengetahuan.
Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila adalah pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. 

Pancasila dalam pengertian seperti yang demikian ini telah menjadi suatu cita-cita atau keyakinan-keyakinan (belief system) yang telah menyangkut praksis, karena menjadikan landasan bagi cara hidup manusia atau kelompok masyarakat dalak berbagai bidang kehidupan.

Hal ini berarti filsafat telah menjelma menjadi ideologi (abdulgani, 1998). 

Sebagai suatu ideologi maka Pancasila memiliki tiga unsur pokok agar dapat menarik loyalitas dari pendukungnya yaitu : 1) logos yaitu rasionalitas atau penalaran, 2) pathos yaitu penghayatan, dan 3) ethos yaitu kesusilaannya (Wibisono, 1996: 3). 

Sebagai suatu sistem filsafat serta ideologi maka Pancasila harus memiliki unsur rasionalitas terutama dalam kedudukannya sebagai suatu sistem pengetahuan.

Dasar epistimologis Pancasila pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Pancasila sebagai suatu ideologi bersumber pada nilai-nilai dasarnya yaitu filsafat Pancasila (Soeryanto, 1991: 50). 

Oleh karena itu dasar epistimologis Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. 

Jika manusia merupakan basis ontologis dari Pancasila, maka dengan demikian mempunyai implikasi terhadap bangunan epistimologi, yaitu bangunan epistimolologi yang ditempatkan dalam bangunan filsafat manusia (Pranarka, 1996 : 32).

Terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistimologi yaitu: 
1. Tentang sumber pengetahuan manusia.
2. Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia.
3. Tentang watak pengetahuan manusia (Titus, 1984 : 20).

Persoalan epistimologi dalam hubungannya dengan Pancasila dirinci sebagai berikut:

Pancasila sebagai suatu objek pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila.
Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana dipahami bersama bahwa sumber pengetahuan Pancasila adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri, bukan berasal dari bangsa lain, bukannya hanya merupakan perenungan serta pemikiran seorang atau beberapa orang saja namun dirumuskan oleh wakil-wakil bangsa Indonesia dalam mendirikan negara.

Dengan kata lain perkataan bahwa bangsa Indonesia adalah sebagai kausa materialis Pancasila. Oleh karena sumber pengetahuan Pancasila adalah bangsa Indonesia sendiri yang memiliki nilai-nilai adat istiadat serta kebudayaan dan nilai religius, maka diantara bangsa Indonesia sebagai suatu pendukung sila-sila Pancasila dengan Pancasila sendiri sebagai suatu sistem pengetahuan memiliki kesesuaian yang bersifat korespondensi.

Berikutnya tentang susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti sila-sila Pancasila.


Demikianlah Artikel Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila

Sekianlah postingan Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sedang membaca artikel Dasar Epistemologis Sila-Sila Pancasila dengan alamat link https://blog.panduanstartup.com/2017/11/dasar-epistemologis-sila-sila-pancasila.html

0 comments:

Post a Comment